Wednesday, January 1, 2014

Reksadana

Bunda, yuk mengenal reksadana.
Reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat, untuk selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi dalam Portofolio Efek. Keuntungan yang diperoleh berupa kenaikan nilai investasi seiring dengan berjalannya waktu periode investasi.

Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.
Terdapat tiga unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
  1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan pajang

Pada reksadana, manajemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima dividen atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.

Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, dimana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.
Jenis-jenis Reksa Dana
  1. Reksa Dana Pasar Uang
    Reksa dana yang menempatkan 100% dananya pada instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi (surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau Pemerintah) yang memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Keunggulan:
    • Bertujuan untuk investasi jangka pendek yang memberikan hasil yang stabil serta menjaga modal / nilai awal investasi
    • Memiliki potensi keuntungan sedikit lebih tinggi dari deposito
    • Bersifat likuid atau mudah dicairkan
    • Tidak ada biaya pembelian dan penjualan
    • Risiko relatif lebih kecil dibandingkan jenis reksa dana lainnya
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap
    Reksa dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya pada instrumen obligasi. Keunggulan:
    • Cocok untuk tujuan investasi jangka menengah
    • Potensi hasil investasi yang diharapkan lebih tinggi dari deposito ataupun reksa dana pasar uang
    • Beberapa reksa dana memiliki mekanisme pembagian keuntungan berupa uang tunai atau tambahan unit penyertaan yang dibagikan secara berkala
  3. Reksa Dana Campuran
    Reksa dana yang menempatkan dananya pada instrumen pasar uang atau obligasi, atau saham dengan komposisi yang fleksibel. Keunggulan:
    • Cocok untuk tujuan investasi jangka menengah sampai panjang
    • Potensi hasil investasi yang diharapkan lebih tinggi dari reksa dana pendapatan tetap
    • Memiliki fleksibilitas dalam alokasi aset sehingga memiliki keuntungan dalam setiap kondisi pasar.
  4. Reksa Dana Saham
    Reksa Dana yang menempatkan minimum 80% dari dananya pada instrumen saham. Keunggulan:
    • Cocok untuk tujuan investasi jangka panjang
    • Potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling tinggi, sejalan pertumbuhan pasar saham di Indonesia
  5. Reksa Dana Terproteksi
    Reksa dana yang menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen obligasi sedemikian rupa dapat memberikan perlindungan atas nilai awal investasi pada saat jatuh temponya. Keunggulan:
    • Perlindungan 100% pada nilai awal investasi, jika dicairkan sesuai dengan jangka waktu investasi yang ditentukan.
    • Memiliki potensi keuntungan sebesar tingkat bunga portofolio obligasi.
Risiko Investasi Reksa Dana

Reksa dana dapat memberikan keuntungan bagi investor apabila portofolio efek yang dikelola oleh Manajer Investasi memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan. Namun jika portofolio efek tersebut mengalami penurunan nilai maka reksa dana juga bisa mengalami kerugian. Untuk ini investor harus mengenal beberapa risiko yang berpotensi timbul apabila membeli reksa dana.
  1. Risiko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan
    Risiko berkurangnya nilai unit penyertaan akibat penurunan harga portofolio efek dan Nilai Aktiva Bersih reksa dana yang disebabkan antara lain: perubahan kondisi pasar (seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan lain-lain), wanprestasi dari penerbit surat berharga/efek, atau lainnya.

  2. Risiko Legal
    Risiko perubahan peraturan yang berkaitan dengan reksa dana;

  3. Risiko Likuiditas
    Risiko yang mungkin timbul jika terjadi penjualan kembali seluruh atau sebagian besar unit penyertaan reksa dana secara serentak;

  4. Risiko Likuidasi
    Risiko dibubarkannya reksa dana oleh otoritas pasar modal / BAPEPAM-LK apabila Nilai Aktiva Bersih reksa dana kurang dari jumlah minimum yang ditetapkan sesuai prospektus.


Sumber :http://id.wikipedia.org

No comments: